Menyambut Datangnya Jodoh

Resiko hidup di zaman dimana nikah muda menjadi tradisi yang lagi hits, ada yang mengatakan itu afdhol (lebih utama/baik). Iya, setuju kok, memang. Tapikan bisalah ya, tanpa tanya-tanya “kamu kapan ?” plis, pahami keadaan .. masih belum dipertemukan ini, haha.

Jodoh, yaitu satu kata yang buat baper, buat merinding sendiri, buat ah sudahlah,, terlebih di umur yang saat ini telah berkepala dua (maklum cewek), tidaklah heran beragam jenis pertanyaan serta pernyataan yang terkait dengan kosakata diatas, jadi makanan pokok sehari-harinya.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam satu diantara ayat yang memiliki kandungan makna “laki-laki yang baik yaitu untuk wanita yang baik, demikian halnya demikian sebaliknya. ” Itu telah rumus perjodohan, kata seseorang yang umum ku bahkan juga mereka sebut guru.

Jodoh itu cerminan dirimu, so anda ingin jodoh yang bagaimana? telah tidak usah bebrapa ribet keliling pasar (#eh) untuk mencari seorang yang sesuai sama hasratmu (keinginanmu), cukup perbaiki dirimu. Lebih kurang jodohmu sesuai sama itu. Katanyaa loh, saya juga belum juga memiliki pengalaman haha. Eh namun inget ayat di atas, itu ketentuan Allah loh yang mana itu berbentuk final serta mengikat.

Wah jadi inget, kalimat dosen yang menyebutkan kalau MK yaitu seperti wakil tuhan didepan bumi, yalah kan sifat putusan MK itu final serta mengikat #nahlohbaperMK. Final berarti tak ada banding serta kasasi sekali lagi, tak ada yang butuh di tawar, serta mengikat berarti berlaku untuk semuanya manusia.

Baik itu relatif, namun saya percaya dalam tiap-tiap hati nurani seorang tentu ada 1 persamaan mengenai pengertian baik yakni yang diprioritaskan tentu baik dalam sisi Agama (akhlaq yang baik). Setelah itu tak tahu dari sisi fisik, maupun yang beda. Yah untuk fisik juga relatif. Dari pengertian Tere Liye dalam status facebooknya, “ciri cewek cantik itu yaitu dia yang senantiasa dapat melindungi rahasia hatinya bila belum juga tiba waktunya untuk serius.

Serta sudah pasti, tak ada main-main dalam kehormatan sendiri, dia tidak ingin dipegang-pegang, tidak ingin di buat bimbang, tidak ingin terlalu lama tanpa ada status. ” Begitu halnya “ciri orang ganteng itu yaitu dia senantiasa dapat memberi kepastian pada anak gadis orang, bukanlah bermain-main dengan perasaan dengan status tidak terang. ” Tuhkan, dari keterangan di atas, kembali sekali lagi ke akhlak.

Bicara problem jodoh, otomatis terkait dengan bicara masalah hati, masalah cinta. Haha siapa sich yang gatau cinta. Jatuh cinta itu manusiawi kok, asal ingat beberapa batasan agama. Bila masih tetap belum juga betul-betul dalam ikatan tentu sich, harusnya di simpan saja dahulu, taruh baik-baik rasa itu. Jikalau jodoh, tentu berjumpa kok dengan skenario terbaik-Nya, tidak perduli terpisah oleh samudra meskipun.

Untuk menaikkan besar atau bahkan juga memudar, biarkanlah saat yang menjawab. (eh lebih kurang itu kalimat tere liye, untuk posisi tuturnya dengan tentu, maaf lupa) Toh, itu karna kita masih tetap labil. Sekarang ini sukai dengan dia, eh lama lalu ketemu dengan seorang yang lebih, jadi sukai sama yang beda. Maka dari itu tidak heran ada arti putus dalam satu hubungan yang umum dimaksud pacaran yang konon tuturnya satu langkah yang pas untuk menunjukkan kata cinta, aneh ya.

Itusih hak progatif seorang lah ya.. berpaling dari bicara dari sisi agama loh (bila dari sisi agama gausah ada kajian sekali lagi, toh telah terang dilarang kan). Tidak heran bila sekarang ini cintamu bercabang, itu semuanya karna belum juga ada kepastian hati. Ada kalimat menarik yang saya bisa dari akun IG teman dekat muslimah,

“Jaga Hati- bila belum juga saatnya menyukai, bila di rasa belum juga siap mempunyai, bila tanggungjawab masih tetap berat untuk sendiri. Tutup hati untuk memantaskan diri, buka hati untuk yang tentu. Seribu kali dengan, juta-an kali mengalah, apalah makna cinta tanpa ada akad. ~Yanie gisselya”

Comments

So empty here ... leave a comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sidebar