Apa Hukum Dari Aqiqah

Aqiqah merupakan salah satu dari syari’at islam yang semestinya dilakukan oleh orang tua muslim yang mempunyai anak yang baru lahir di hari ke tujuh. Aqiqah sebagai bentuk rasya syukur kepada Allah atas karunia Nya atas seorang anak. seberapa pentingkah aqiqah itu? kenapa harus dilaksanakan? apa hukum dari aqiqah itu sendiri?

Sebenarnya Para ulama berselisih pendapat mengenai hukum dari aqiqah. beberapa mahzab mengungkapkan hukum yang berbeda-beda mengenai aqiqah. menurut Mazhab Hanafi, menyebutkan bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah mubah bukan sunnat. (Az-Zuhaili). sementaraMazhab Syafi’i, Abu Tsaur dan Jumhur, menyebutkan bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah Sunnah Mu’akkadah. hal yang tidak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Imam Malik, yang mengatakan “Aqiqah adalah suatu sunnah yang sangat dituntut untuk dikerjakan”. pendapat yang berbeda diungkapkan oleh Al-Laits dari Mesir dan Imam Daud Az-Zahiri, mereka mengatakan bahwa aqiqah wajib dilakukan pada hari yang ketujuh dari hari lahir si bayi, dan info seputar layanan aqiqah kunjungi situs rumah aqiqah tangerang info ini dibutuhkan bagi mereka yang memiliki bayi dan ingin syukura.

apa hukum dari aqiqah

Berdasarkan pendapat mahzab dan para ulama di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa memang pelaksanaan aqiqah merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh islam, yang perlu diyakini akan mendapatkan manfaat yang sangat besar jika dijalankan. hal itu sesuai dengan bebepa hadits berikut:“Abu al-Nu’man menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakankepada kami cerita dari Aiyub dari Muhammad dari Salman bin Amir ia berkata:untuk seorang anak ada aqiqahnya. Dan Hajjaj berkata: Hammad menceritakankepada kami: Aiyub dan Qotadah dan Hisyam dan Habib memberitakan kepadakami berita dari Ibnu Sirin dari Salman dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.Dan beberapa orang mengatakan dari Ashim dan Hisyam dari hafshoh bintiSirin dari al-Robab dari Salman bin Amir al-Dlobbiy dari RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam. Dan Yazid bin Ibrohim meriwayatkan dari IbnuSirin dari Salman; katanya: dan Ashbagh berkata: Ibnu Wahb memberitakankepadaku berita dari Jarir bin Hazim dari Aiyub al-Sukhtiyāni dari Muhammadbin Sirin: Salman bin „Amir al-Dhobbiy menceritakan kepada kami; ia berkata:Saya mendengar Rasulullah Shallallahi ‘alaihi wasallam bersabda: Setiap anakada aqiqahnya, maka tumpahkanlah darah (sembelihlah hewan) untuk dirinyadan hilangkanlah gangguan dari dia” (HR. al-Iam al-Bukhoriy).

Hadits yang senada juga diriwayatkan oleh Abu Daud, ”Al-Hasan bin Ali menceritakan kepada kami, Abd al-Razaaq menceritakankepada kami, Hisyam bin Hassan menceritakan kepada kami cerita dari Hafshohbinti Sirin dari al-Rabab dari Salman bin Amir al-Dlobbiy ia berkata: RasulullahShallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Setiap anak ada aqiqahnya, makatumpahkanlah darah (sembelihlah hewan) untuk dirinya dan hilangkanlahgangguan dari dia.” (HR. Abu Daud).

Comments

So empty here ... leave a comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sidebar