Kalau Ingat 6 Momen Konyol Ini, Rasanya Pengen Balik Ke Sekolah Lagi…

Semua pasti setuju, kalau masa sekolah adalah masa yang paling indah. Dulu, kita nggak dipusingkan perkara skripsi yang mendekati deadline, susahnya cari kerja, atau susahnya ketemu jodoh yang diajak melenggang ke pelaminan. Permasalahan paling berat mentok di PR Matematika. Selain itu, hidup kayaknya cuma diisi buat main-main aja.

Saat belia, banyak dari kita yang menginginkan cepat dewasa. Kita miliki pandangan kalau jadi orang dewasa itu lebih mengasyikkan. Dapat bebas dalam memastikan pilihan hidup serta tidak selamanya terikat dengan ketentuan orangtua.

Nah, saat ini saat kita telah betul-betul dewasa, nyatanya banyak peristiwa waktu sekolah dahulu yang dirindukan. Waktu dulu memanglah tidak dapat terulang, tapi bukanlah bermakna tidak dapat dikenang. 10 peristiwa konyol jaman sekolah ini tentu masih tetap anda ingat serta buat tidak ingin cepat beranjak dewasa.

1. Zaman SD dahulu, hanya satu persoalan pelik yang kita hadapi adalah…saat kalah main lompat tali!

Lompat tali pernah jadi satu diantara permainan yang naik daun di th. 90-an. Kita yang alami masuk SD th. itu, tentu ketagihan sama permainan ini. Tidak hanya ketagihan, di antara kita ada pula yang terobsesi untuk menang main lompat tali. Bila hingga kalah, itu juga akan jadi persoalan sendiri buat kita. Serta selalu mencari langkah agar dapat menang.

2. Tidak sempat selamat dari godaan beli mainan serta jajanan yang berada di depan sekolah. Omelan dari ibu karna ngabisin uang saku? UDAH BIYASAH!

Abang penjual mainan serta jajanan tak tahu mengapa paling seneng jualan dimuka gedung SD. Mungkin saja karna anak-anak SD bila simak suatu hal yang lucu mudah tertarik kali ya. Jadi jualan di sana seperti jadi barokah banget. Kita cocok jaman SD dahulu yang mudah tergiur sama beragam mainan serta jajanan, tentu telah punya kebiasaan omelan dari ibu. Dari mulai ngabisin uang jajan serta tidak sempat nabung hingga omelan mengenai begitu bahaya jajan asal-asalan itu. Tapi namanya juga anak SD, terkadang bila omelan dari masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Hehehe…

3. Kita semuanya tentu sempat lakukan kenakalan dengan manggil rekan dengan nama orangtua mereka. Ya ‘kan? Hayo…ngaku!

Ngaku deh! Anda dahulu tentu seringkali manggil nama teman anda dengan nama orang-tua mereka. Walau sebenarnya bila saat ini dipikir sekali lagi, fungsinya apa cobalah manggil pakai nama orang-tua. ‘Kan aneh bila kita cewek di panggilnya Bambang, atau bila cowok di panggilnya Endang.

4. Beranjak ke masa SMP, kita yang mulai dapat naik motor juga beberapa stylean bawa motor ke sekolah. Walau sebenarnya, motor masih tetap minjem orang-tua serta SIM juga tidak ada!

Masuk ke masa SMP, dapat disebut kita mulai kenal serta belajar beberapa hal baru. Termasuk juga satu diantaranya mulai dapat naik motor. Kita juga seringkali nyolong-nyolong dari orang-tua buat naik motor. Dahulu bila telah dapat naik motor, rasa-rasanya bangga banget serta ingin pamer ke satu sekolah. Dapat naik motor seolah jadi tingkatkan level kekerenan kita pada jamannya. Walau sebenarnya ingin beberapa stylean seperti apa juga, tetep akan mewek bila ketilang polisi. Ya iyalaah, tidak miliki SIM!

5. Di jaman itu, kita pertama kalinya dibolehin pegang HP. Alih-alih bijak memakai, jadinya sich malas belajar.

Terkecuali pertama kalinya dapat naik motor, jaman SMP juga pertama kalinya kita dibolehin pegang HP. Maksud ayah ibu sich sebenernya baik ngasih kita HP, agar kita semakin semangat belajar bila diberi sarana. Pegang HP juga diinginkan agar kita dapat ngabarin orang-tua dalam keadaan yang menekan.

Tapi bukannya jadi lebih semangat belajar, ada HP jadi buat kita banyak main game. Atau mulai ada pula yang kenal aplikasi chatting. Jadinya nilai bukannya jadi semakin bagus, tapi semakin jeblok. Resikonya yang HP diambil alih sama ayah ibu.

Baca Juga: Contoh surat izin

6. Cobalah angkat tangan, siapa yang seringkali jahilin ibu kantin. Makan gorengan 3, tapi bayarnya 2!

Kenakalan seperti gini dulunya merasa lucu sich. Kita juga akan terasa paling kerena bila dapat bayar lebih sedikit dari makanan yang kita makan di kantin. Tapi cobalah deh saat ini dipikir sekali lagi. Iya sich dahulu kita hanya ngambil satu gorengan yang tidak dibayar, anda mikir paling ibu kantin hanya rugi Rp 500. Tapi bagaimana bila anda lakukan itu nyaris sehari-hari. Serta nyatanya yang lakukan hal tersebut di sekolah tidak hanya anda. Tinggal dikalikan deh itu ibu kantin rugi berapakah.

Nyesel ‘kan? Yaudah gih sana bayar utang sama ibu kantin bila masih tetap inget…

Comments

So empty here ... leave a comment!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sidebar